Metroseksual vs Homoseksual

oukay… akhirnya gue bisa posting lagi, setelah kemarin beberapa hari sempet terjebak dalam beberapa rutinitas yang tidak mengasyikan sama sekali, dengan suhu yang tidak nyaman pula, dihiasi dengan berlembar2 tisu. Yup, bahasa singkatnya gue abis sakit. Biasalah, pancaroba (mungkin).

Gays, pernah gak kalian bertanya-tanya ketika melihat sesosok makhluk imut dan lucu berjudul pria, lewat di depan kalian,

“eh… cowo itu lucu banget. gay bukan ya??”

atau mungkin,

“ih wow keren. dia gay gak ya?? jangan-jangan cuma pria metrosexual??”

dan pertanyaan-pertanyaan lain yang senada dengan yang di atas.

Nah, berawal dari pertanyaan itu, gue mau bahas beda seorang metroseksual dan gay (tentu saja menurut kacamata gue) dan kalo ada yang mau nambahim, sangat dipersilakan. Kalo emang masuk akal bakal gue update ke ni blog.

Seperti yang sudah kita sama-sama tahu bahwa sekarang pria-pria cenderung “terlalu” perhatian pada yang namanya penampilan. Okelah penampilan itu penting, tapi eits hati-hati, anda metroseksual atau memang gay??

Kita mulai dari atasan. Kalo seorang pria mengenakan kaos yang agak terlalu pas dengan badannya, menonjolkan lengan dan dada, OK, masih bisa dibilang metroseksual. Tapi kalo seseorang udah make kaos yang 1 size di bawah ukuran aslinya, yang bakal keliatan banget putingnya nonjol, dan bakal terangkat kalo dia jongkok dikit, pamer merk CD yang dipakenya, Lo bisa nyapa dia “apa kabar cyin??”
:)

Lanjut, kita lihat tentengannya. Seorang pria metroseksual akan lebih memilih tas simpel yang dirasa bisa membawa semua peralatan kerjanya. Simpel dan dinamis, mungkin itu istilahnya. Dan kalo seorang pria membawa tas jinjing yang mungkin bisa muat mini kulkas di dalamnya, apalagi dengan model kayak emak-emak mau belanja ke pasar tradisional, dengan warna yang rame ngalah-ngalahin semaraknya pelangi, Lo bisa sapa dia “mawar kemandosdos congski???”

Mari kita bahas gel rambut. Pria metroseksual tentu akan sangat memperhatikan kondisi rambutnya. Mereka akan memakai gel rambut yang sekedar merapikan rambut dan membuatnya terlihat sehat. Dan kalo ada pria yang yang memakai gel rambut untuk tetap menata gaya rambut salonnya, yang bentar-bentar bakal cari kaca buat nge-check kondisi rambutnya, dia gay!!

Melihat isi tas pria lebih mengasyikkan dan lebih mudah untuk mengidentifikasi kiblatnya seorang pria. Seorang pria metroseksual akan membawa make up secukupnya,  terutama pembersih wajah dan lip balm (bukan lipgloss). Sedangkan seorang gay, tak perlu ditebak. Bahkan kalo memang muat mungkin mereka akan memasukkan meja rias mereka ke dalam tas.

Yah, tentu saja ini bukan standar umum untuk men-judge seseorang lah. Cuma kalo terlalu kentara seperti di atas ya, bisa dipastikan 90% tu pria memang gay.

Pernah denger soal “gay radar” khan?? Nah bagi yang sudah expert dalam dunia per-gay-an mungkin malah lebih mudah menilai seseorang dengan insting “gay radar” itu tadi daripada lewat penampakan seseorang. Bagi yang baru, hati2 dengan instungmu kawan
:)


6 thoughts on “Metroseksual vs Homoseksual

  1. *Criiiiingg….muncul lagi di blog abang*

    bang, uda aga lama sempet baca di twitter orang yg aku follow. dia penulis cerita juga punya blog.

    dia post status (kata2 tepatnya lupa tapi kurang lebih begini) : kalo dia bergaya manly tapi bawa tas sudah PASTI gay!
    apa ini ada hubungannya sama kata abang —> Sedangkan seorang gay, tak perlu ditebak. Bahkan kalo memang muat mungkin mereka akan memasukkan meja rias mereka ke dalam tas.

    ini bisa dimasukan ke salah banyak di “gay radar” ga bang??

    bang??

    1. Dear,

      Behahahahahahahahahahahahahaha
      Sumpah ngakak baca comment ini
      Kamu ini loh, tulisan itu jangan dibaca memtah2 donk, sayang
      Pria bawa tas?
      Lihat dulu kebutuhannya. Karena khan memang ada beberapa moment yang perlu bawa tas.
      Juga diliat dulu tas-nya itu kayak apa
      Yang jelas sih bukan jadi patokan utama
      Tapi biasanya seorang gay dengan gaydar-nya mampu membedakan mana itu “tas multifungsi” dan mana “tas multifashion”
      :p

  2. apah? Beha? ih abang..

    jangan dibaca mentah2? kaya di tonjok nih ulu hati bacanya.
    aku itu polos dan lugu banget bang. dan ke kepoan aku terkadang buat aku jadi terlihat oon. maaf yah… *nangis*

    soalnya kata2 itu dateng dari seseorang yang bukan gay ecek-ecek (klo menurut aku ya) jadi aku telan bulat-bulat omongannya.

    sekalian nih mau compare sama kenyataan yang ada makannya minta pendapat dari abang, biar lebih meyakinkan.

    biar aku ga salah juga kalo mo suka sama orang bang.. nanti jadinya kaya temen abang tuh mantan2nya ternyata homo. kan gimana yah… masa aku harus minta tolong abang juga buat ngetest..

    jadi yang gay yang tas multifashion yah? (tetep)
    :P

  3. *sebelumnya turut berduka cita atas hilangnya kacamata kesayangan abang*

    tuh ya tuh tuuhh… sukanya bikin gregory si abang mah…

    gay ecek ecek dalam kamus akuh adalah gay yg masih amatiran.. (pasrah deh klo sekarang abang ngakaknya ampe terbang) yang pemikirannya belum dalem (sedalem sumur belakang rumah abang) yang masih nyari jati diri, yang belum mantep, yang belum banyak pengalaman..

    *tutupan muka ga siap baca balesan dari abang*

Wanna say something??? Don't be hesitated, please :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s