ONS dan Sex Buddy

Beberapa waktu kemarin, berkumpullah kami berlima, santai ngopi sore sambil sekalian temu kangen beberapa teman yang memang sudah lama tak bisa bertemu satu sama lain karena kesibukan masing-masing. Lima gay undiscreet berkumpul dalam satu tempat??? Sudahlah, tak usah repot-repot membayangkan kengerian apa yang ada waktu itu.

:)

Ah, saat-saat seperti dengan mereka selalu menyenangkan. Selalu ada bahasan menarik yang membuat kami kadang lupa waktu bahwa kami sudah berada di tempat itu untuk sekian jam.

Dan sore itu kami membahas ONS dan Sex Buddy.

:)

Membahas perihal ONS dan sex buddy, diperlukan pikiran yang benar-benar terbuka, nalar, gak ngeres dan yah sebisa mungkin dibuka itu hatinya agar bisa menerima setiap pendapat dan perbedaan. Karena memang diskusi semacam ini meski bukan pada niatnya tapi memang mudah memancing emosi.

Membahas perihal ONS dan sex buddy juga tidak ada hubungannya dengan benar atau salah. Ayolah, benar atau salah, dosa atau tidak itu bukan urusan kita sebagai manusia. Itu masih mutlak urusan Yang Diatas. Sombong kalau kita repot-repot memposisikan diri sebagai Dia, menghakimi apa yang ada.

Membahas perihal ONS dan sex buddy juga bersifat sangat personal. Jadi hukumnya memang sangat subyektif. Yang membenarkan, silakan. Anda sudah dewasa dan pasti memiliki alasan masing-masing untuk setiap tindakan yang dilakukan. Yang menyalahkan, ya silakan bertahan dalam jalur hidup yang sesuai dengan kriteria pribadi anda. Tanpa perlu menghujat yang berbeda pendapat.

:)

Secara sederhana, ONS dan sex buddy bisa diartikan sebagai sebuah hubungan seksual antara 2 orang (atau lebih) yang dilakukan tanpa ada hubungan status di antara mereka. No drama. Kamu senang, aku senang, selesai perkara.

Terdengar sadis dan lacur ya??

Santai… itulah gunanya diskusi.

Meski memiliki gambaran arti yang kurang lebih sama, tapi ONS dan sex buddy itu berbeda. Agak jauh malah bedanya.

Jadi, mari bahas satu per satu…

ONS

One Night Stand bisa diartikan secara sederhana sebagai hubungan sex yang berlangsung selama semalam saja (atau bisa juga lebih) yang tidak ada kontak lagi setelahnya. Istilah mudanya “lo seneng, gue seneng, bye”

ONS ini bisa didapat dengan berbagai cara masing-masing tergantung hobi.

Bagi sebagian orang ada yang lebih suka via online, apalagi saat ini banyak sekali situs jejaring yang memudahkan untuk mencari. Ketemu, making love, say thanks and good bye.

Sering kecewa dengan online yang sering tak sesuai dengan yang diharapkan, silakan ke gay bar atau tempat semacam itu yang sering digunakan untuk berkumpul atau sekedar hangout, pasang kode, ngobrol, bungkus, sama2 puas, byebye.

Terdengar salah??

Eits tunggu dulu, yuk ah belajar untuk tidak menghakimi.

 

Sex Buddy

Secara sederhana bisa diartikan sebagai sebuah hubungan yang tetap berkomunikasi dan hanya saling menghubungi ketika satu sama lain menginginkan sebuah hubungan sex. Selebihnya, tidak ada komunikkasi di luar konteks seks.

“hoy.. gi pengen gak lo?”

“hoy… iya nih. Malam ini?”

“ok. Tempat gue”

“seep, see you there”

 

Nah, mari kita bahas.

 

Baik ONS maupun sex buddy, sama-sama berprinsip no drama. Hanya yang membedakan hanyalah cara dan kelanjutan dari kisahnya.

Dalam ONS, ketika sudah selesai perkara, ya sudah cukup. Tak perlu saling mengenal. Ketemu di jalan? Don’t have to say hello,otherwise it’s not a must.

Sedangkan dalam sex buddy, masih dimungkinkan untuk sekedar say hai. atau menyapa ketika bertemu di suatu tempat, tapi tetap, tanpa drama, tanpa jeolusy, tanpa posesif dan segala tetek bengek “in relationship”.

Bagi orang yang tidak pernah mengikuti hal semacam ini dan mengagungkan “sacral sex between relationship”, mungkin hal ini terdengar begitu kasar, lacur dan kotor. Tapi… mereka punya alasan sendiri-sendiri yang mungkin kalau kita mau mendengarkan, pada akhirnya kita bisa berkata “oh dimengerti, go ahead”.

Dan yang namanya alasan personal itu pastilah berbeda.

Ada yang karena memang tidak pernah mau untuk diricuhkan dengan segala tetek bengek urusan “in relationship” sedangkan manusiawinya butuh pelampiasan. Sadar atau tidak, memiliki sebuah relationship memang kadang melelahkan koq.

Ada yang sadar diri bahwa kehidupan sosialnya yang terlalu sibuk tidak memungkinkan dia untuk sedikit membagi waktu untuk urusan asmara, sehingga biar gak sama-sama menyakiti, sex buddy jadi pilihan.

Ada juga yang saking discreet-nya, dia hanya mau bercinta dengan orang yang tak terlalu dikenalnya. Memberi ketenangan sendiri ketika dia bercinta dengan orang yang tak perlu dia tahu siapa dan apa dia itu.

Ada pula loh yang dia sudah memiliki sebuah relationship, tapi ingin mencicip hal lain di luar kebiasaanya. Bisa tanpa sepengetahuan pasangan (lazim disebut selingkuh semalam), dengan restu pasangan, atau bahkan melakukannya bersama pasangan.

*bahasan ini akan Tarjo bahas di posting lain. Semoga masih ada kesempatan*

Dan bahasan ini bukan untuk membahas itu. Untuk apa?? Menjudge seseorang juga tidak mengubah keadaan koq

:)

Nah yang berniat untuk melakukan hal ini, atau pernah melakukan atau entah apa yang berhubungan dengan realita ini, ada baiknya baca beberapa catatan di bawah ini

  1. Ini adalah jenis hubungan mutlak tanpa drama. Jadi sangat tidak disarankan bagi mereka yang memiliki pemikiran yang halus, yang mudah sakit hati atau bahkan mudah jatuh hati pada seseorang. Bung, konsekuensi dari awal!
  2. ONS cenderung menimbulkan efek ketagihan. Jadi kalau memang tidak siap dengan konsekuensi satu ini, silakan hindari.
  3. Kalian tidak pernah tahu kehidupan pribadi dan kondisi pasangan sex kalian seperti apa. Jadi tolong behave dan save play. Gunakan kondom dan pelicin yang memang dikhususkan untuk bercinta. Berani tegas. Tolak kalau memang dia tidak mau menuruti standart kesehatan kita. Jangan pernah berfikir bahwa dia hanya satu-satunya yang bisa kalian ajak bercinta hingga nurut saja meski dia tidak mau untuk play save.
  4. Yang sudah berpasangan, yakin??? Kenapa tidak dikomunikasikan dulu dengan pasangan tentang apa yang sebenarnya kalian mau dalam sex itu hingga kalian harus memiliki kegiatan sex semacam ini.
  5. Pengikut sex buddy, tolong diingat bahwa itu hanyalah partner dalam sex, jadi tidak perlu berlebihan dalam berkomunikasi. Tidak ada acara siapa mericuhi siapa. Siapkan mental. Kalau memang tidak bisa untuk terlalu cuek, jangan coba memiliki sex buddy.
  6. Main aman!!! Main aman!!! Dan main aman!!!

 

Sekian dulu bahasan tentang ONS dan Sex Buddy dari Tarjo.

Harap diingat bahwa tulisan ini bersifat diskusi terbuka. Segala komentar yang masuk akan ditanggapi. Bahkan ada kritik dan saran, bisa dirubah sesuai diskusi.

:)


2 thoughts on “ONS dan Sex Buddy

  1. Gak tau nih bang jo, nyambung enggak kalo aku tanya disini. dan pantas ato enggak. *maap klo ga pantes, jangan mayah ya :'(

    setelah baca ini ko jadi inget sama DM yg bang jo pernah kirim tempo hari.
    “kamu harus sadar satu hal, kebanyakan akun disini (sayangnya) adalah akun optional, dimana mereka pake hanya untuk cari gebetan”

    dan kalo aku perhatiin banyak ava dari akun mereka yg memperlihatkan alat vitalnya, ato body mereka yg atletis (buat daya tarik apa ya), entah itu asli ato hasil donlod
    jadi wajar ga siy bang klo ada yg berpikir. rata2 yg ada dikepala mereka always sex sex and sex.
    apa itu jadi semacam ‘pelampiasan’ karena di negara ini masih sangat menjunjung tinggi norma dan hukum.
    karena belum bisa bebas berekspresi, jadinya medsos2 dijadikan media buat menyalurkan hasrat, ato keinginan yg terpendam.
    memang siy bang ga semua begitu, mungkin banyak dari mereka juga yang cuma buat iseng ato becandaan. cuma phonesex or chatsex. ga sampe kopdar2an.

    tapi jumlah yang horny lebih banyak dari yang enggak. kenapa bang? pourquoi? Riyu? waarom? Why?

    *hadeeehhh belepotan banget ane ngemengnya (-.-“)

    1. Dear Dinda,
      Akhirnya memberanikan diri menjawab comment ini
      Soal wajar atau tidaknya, tergantung dari kacamata mana orang memandangnya, karena batasan wajar atau tidak khan gak pernah pasti.

      Kalo soal pelampiasan, bisa iya, bisa juga tidak.
      Tau sendiri Dinda bahwa di negara kita tercinta ini, gay masih (maaf) minoritas, jadi ya tak banyak ruang gerak yang bisa dijalani.
      Jalan keluarnya?
      Sosial media lah yang jadi pelarian
      Hanya saja sangat disayangkan kalau melihat tingkah mereka disana
      Yang masih menganggap bahwa aset utama adalah raga
      Padahal, urusan cinta khan lebih dari sekedar berapa inch kelamin yang kau miliki dan berapa bidang otot yang kau punyai
      :)

Wanna say something??? Don't be hesitated, please :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s