Tentang Sebuah Affair

Memenuhi janji satu paragraf di posting sebelumnya…

Ada pula loh yang dia sudah memiliki sebuah relationship, tapi ingin mencicip hal lain di luar kebiasaanya. Bisa tanpa sepengetahuan pasangan (lazim disebut selingkuh semalam), dengan restu pasangan, atau bahkan melakukannya bersama pasangan.

*bahasan ini akan Tarjo bahas di posting lain. Semoga masih ada kesempatan*

 

Setegar apapun seseorang, yang namanya diduakan dengan orang lain, pasti akan sakit hati juga.

Tapi….

Sakit hati dan sedihmu tak akan merubah keadaan kalau itu selamanya hanya menjadi sebuah kesedihan abstrak tanpa aksi.

Sebelum bertindak atau berfikir terlalu jauh, ada baiknya deh sedikit meluangkan waktu introspeksi diri, kenapa pasangan bisa mencari pemuasan di luaran sana. Dan yang belum pernah diselingkuhi ataupun melakukan perselingkuhan, semoga ini menjadi renungan.

  1. Sex memang bukan perkara yang utama dalam cinta. But please, buang ketidakjujuran pada diri sendiri bahwa sex itu tidak penting. BIG YES, sex itu penting, karena justru kebanyakan, faktor ini yang menjadi pemicu pertama kenapa seseorang selingkuh. Bicarakan dengan baik-baik tentang kegiatan sex kalian. Ayolah… melakukannya saja kalian tidak menganggapnya tabu, kenapa hanya membicarakannya kalian anggap sangat tabu?? That so out of date. Yakinkan bahwa dalam bercinta, kalian sama-sama menikmatinya, bukan semata kepuasan salah satu pihak.
  2. Sikap. Pastikan bahwa pasangan nyaman dengan sikap kalian. Cari tahu apakah mungkin kalian terlalu posesif pada pasangan, atau terlalu perhatian yang berlebihan yang jatuhnya malah lebay dan sebagainya. Cari jawaban sejauh mana kau menerapkan komitmen yang dilakukan dari awal dengan pasangan. Mungkin untuk tak terlalu mengekang, mungkin untuk tak terlalu posesif, mungkin untuk tak terlalu dramatisir dalam segala hal dan lain sebagainya. Kalau pasangan nyaman dengan sikap kalian, gak mungkin khan dia mencari pemuasan di luaran sana?
  3. Gaya hidup. Perbedaan waktu luang yang terlalu jauh juga bisa menjadi pemicu terjadinya suatu perselingkuhan. Atur dengan sebaik-baiknya antara kehidupan kerja, sosial dan asmaramu dengan pasangan. Perbedaan pendapatan juga kerap menjadi pemicu dari perselingkuhan loh. Lelaki dengan semua gengsi yang dimiliki, cenderung tidak suka dikalahkan, apalagi secara telak. Jadi, sebisa mungkin masalah keuangan tetap menjadi urusan masing-masing. Bicarakan masalah keuangan yang memang menjadi masalah untuk berdua, khususnya bagi mereka yang sudah tinggal satu atap bersama.
  4. Jangan buru-buru bilang “kamu berubah!!”. Yakin bukan malah kamu yang berubah? Baik sikap maupun pola pikir? Yakin bukan kamu yang mulai melangkah terlalu jauh dari komitmen-komitmen yang sudah dibuat sejak awal menjalin hubungan?
  5. Menjalin hubunan sesama pria itu tidak pernah mudah. Ditunjang dengan kenyataan bahwa pria adalah makhluk paling egois dengan semua kebaikan yang ada pada dirinya. Bukan menjelekkan, sekecil apapun, yang namanya lelaki memiliki keegoisan masing-masing. Satu lelaki dan perempuan saja sering bentrok karena masalah ini, apalagi dua lelaki, yang notabene memiliki ego alter yang sama. Nah, komunikasi kalian sudah lancar untuk menjembatani keegoisan masing-masing???

 

Nah, setelah kelima point tadi sudah kalian pikir baik-baik atau lakukan baik –baik tapi ternyata pasangan masih memiliki kecenderungan untuk selingkuh, berarti memang dia adalah tipikal orang yang tidak bisa memegang arti penting sebuah komitmen dan hanya mementingkan kesenangan dirinya sendiri semata, tinggal tentukan sikap.

Masih mau menerima keadaan dirinya dengan segala perangainya?? Go ahead. Batas sabar tiap orang memang berbeda. Sepanjang kalian sudah siap untuk sakit hati.

Kalau memang sudah tidak bisa menghadapinya, jangan pernah ragu untuk putus hanya karena takut bahwa dialah satu-satunya lelaki yang mau menerima kalian apa adanya. No, don’t be, please. He’s not that pride to be yours.

Siapa yang tahu di luar sana ada pria tulus yang sedang menantimu menjadi sendiri, yang akan lebih menghargaimu sebagai pasangan dan sebagai kawan hidupnya.

Yang sudah punya pasangan yang bisa memahami dengan begitu sempurnanya (dengan pandangan sempurna di masing-masing penilaian tentunya), jaga baik-baik. Pikir ulang kalau ada godaan dari luar sana, yakin bahwa yang diluaran sana lebih berkilau dari yang kamu miliki sekarang ini??

Be wise, gays

:)

 

Cerita-cerita “tentang-pihak-ketiga-dengan-segala-kondisinya” itu banyak. Semoga di lain kesempatan Tarjo bisa menyampaikannya dengan lebih gamblang

:)


3 thoughts on “Tentang Sebuah Affair

Wanna say something??? Don't be hesitated, please :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s