First Love – Part 2 –

Dari friendster, aku berkenalan dengannya, seorang pebasket dari kota seberang, yang kalau aku mau, hanya butuh waktu kurang lebih satu setengah jam perjalanan dengan bis jurusan Jogja atau Semarang. Sama saja. Dialah Anton.

Berawal dari bertukar testimoni di dinding profil masing-masing, hingga akhirnya lebih nyaman untuk berbicara antara 2 pasang mata, via message. Entahlah, YM tak pernah menarik, saat itu. Dan jangan berkhayal ada blackberry messenger. Facebook saja belum ada. Itu adalah jaman dimana hape nokia mungil 8210 adalah barang mewah yang bisa kau tenteng dengan bangga.

Dibilang aneh, aku sudah menyadarinya sejak aku kecil. Mungkin SD malah. Dibilang wajar, bagaimana bisa? Di saat teman-teman lain seusiaku saat itu sedang berusaha menggaet cewek manis yang mereka taksir, aku malah cuek. Justru aku lebih menikmati obrolan ringan bersama Anton.  Konyolnya, ada rasa dongkol yang kadang mengganggu, kalau ada cewek yang sok dekat dalam menulis testimoni di profilnya.

Konyol!!!

Tentu saja, aku yang “belum tahu” apa-apa, menampik rasa.

“Gak mungkin itu cemburu!”, batinku saat itu.

Tapi justru pikiran tentang Anton pula yang selalu saja menjebak uang jajanku, terendap penuh harap di bilik kecil sebuah warnet langganan, dekat kost-an.

Satu moment, aku tercekat memandang kolom pesan di profil friendster-ku. Galau bodoh antara senang bukan kepalang, canggung yang tak beralasan dan ragu yang Cuma sejengkal.

“Jo, sepertinya akan lebih gampang kalau kita bisa komunikasi dengan handphone, deh. Toh mungkin belakangan ini aku akan sangat sibuk jadi tak bisa punya banyak waktu untuk sering-sering buka komputerku. Jadi, boleh aku minta nomor hapemu?”

Cuma pesan sesingkat itu yang mampu membuatku seperti orang bodoh, salah tingkah di bilik kecil sebuah warnet.

——-*——-

“Hai, Jo. Ini aku, Anton. Makasih ya udah mau kasih nomor hapemu. Aku seneng. Lagi apa kamu?”

Sebuah pesan singkat yang kuterima di suatu sore itu. Tak ada sore yang seindah itu, mungkin. Dan pesan itu segera berpindah dari folder “pesan masuk” ke “pesan tersimpan”.

——-*——-

Aku begitu bersemangat dalam perjalanan kali ini. Bahkan kurasa bis yang kutumpangi berjalan terlalu lambat, meski banyak yang memaki karena mereka menganggap sopir bis itu ugal-ugalan. Padahal aku masih berharap sopir itu akan menginjak pedal gas lebih dalam.

Dan semua itu gara-gara pesan singkat dari makhluk sialan, si Anton itu, yang tak mungkin tak kuiyakan.

“Jo, 2 hari lagi aku ada pertandingan di Purwokerto. Aku sih pengennya kamu datang. Kalau mau, bawa aja sekalian baju ganti untuk 2 atau 3 hari. Thanks”

Ingin rasanya waktu itu aku teriak “AKU PASTI DATANG!!!”. Ah, terlalu antusias. Jadi, singkat aku balas “iya, aku usahakan”.

Maka di sinilah aku sekarang, terguncang romantis di dalam sebuah bis.

——-*——-

 

*bersambung


6 thoughts on “First Love – Part 2 –

  1. Dear Abang…

    Jujur, aku mah ga suka cerbung. tapi tulisan abang selalu mampu membiusku.

    kalo bisa dibuat kaya sinetron cinta fitri aja bang sampe 7 season. Per season ada 102 episode..

    1. Dear Dinda,

      Yabusyet Cinta Fitri
      Kenapa gak sekalian aja Tersanjung
      Lebih buanyak tuh seri dan episodenya
      (–˛ — º)‎​‎​
      Gak lah Dind, mungkin sampai part 6 / 7 aja koq
      *semoga bisa kelar*
      Huehehehehehehe

  2. yang kalau aku mau, hanya butuh waktu kurang lebih satu setengah jam perjalanan dengan bis jurusan Jogja atau Semarang. Sama saja. Dialah Anton…..

    ….bikin p3nasaran lokasinya dimana…….solo, purwor3jo, mag3lang, k3bum3n…..halah ga p3nting……

    salut…tulisanmu b3n3r bagus….

    salam

Wanna say something??? Don't be hesitated, please :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s