I Love [kema]You – Seri 2

Tring…

“Lex, ntar malam bubaran kerja main ke kost ya. Ntar malem anak-anak kost pada di rumah semua. Jadi kita mau bikin acara semacam makan bareng. Sekalian kenalan sama anak-anak lain. Datang ya!”
Received from: Djoe.

“Hyuks. Jam berapa kumpul?”
Sent to: Djoe

“Jam 7 mulai acaranya. Datang aja sebelum jam itu biar bisa bantu-bantu sekalian :D”
Received from: Djoe

“Huyalo. Ini acara kamu?”
Sent to: Djoe

“Kagak. Aku Cuma kebagian tugas ngundang-ngundang temen. Huahahahahaa”
Received from: Djoe

“Hyuks. OK deh. Ntar aku capcus sebelum jam 7”
Sent to: Djoe

“Seep. Makasih ya”
Received from: Djoe

Sebuah obrolan singkat via pesan teks ketika Lexi sedang menikmati santap siangnya di sela istirahat jam kantor. Tanpa firasat, ringan dia membalas undangan itu. Tanpa pernah sadar, bahwa berawal dari SMS itulah kisah hidupnya dimulai.

—-*—–

Menjelang akhir bulan, pekerjaan administrasi selalu saja seperti tak pernah ada habisnya. Rekap barang, keuangan dan karyawan sudah menjadi makanan rutin tiap bulan bagi Lexi. Setidaknya selama satu setengah tahunan dia bercokol di perusahaan elektronik terkenal itu. Monitor PC sudah seperti kekasihnya saja, dipandangi terus tanpa pernah merasa jemu, atau tak boleh jemu.

Bahkan ketika teman-teman sekantornya melewati ruang kerjanya dengan sapaan ringan semacam “Gue duluan ya, cyin!”, Lexi hanya bisa menjawab dengan pura-pura mendengus kesal sambil melambaikan tangan dari balik monitor. Dia memang tak pernah suka untuk menunda pekerjaannya.

“Bentar lagi pak, nanggung banget ini kerjaannya”, teriak Lexi sekenanya ketika security kantor sudah mengingatkannya bahwa jam kantor sudah lama berlalu dan dia perlu menutup kantor itu.

Tring…

“Lex, kamu gak lupa sama acara kita khan?!”
Received from: Djoe

Damn! Sibuknya pekerjaan membuat Lexi hampir lupa bahwa dia punya janji untuk datang ke rumah kost teman-temannya.

“Hyuks. Gue kesana langsung dari kantor deh. Ini gi beres-beres bentar”
Sent to: Djoe

“OK”
Received from: Djoe

Sedikit masygul Lexi menutup jendela excel dan word yang sedang dia kerjakan. Karena kalau dipaksa untuk dilanjutkan mungkin dia akan sukses mendapat deheman mesra dari bapak security yang kurang lebih artinya “Woy, cepetan!!!”. Memasukkan tumpukan kertas seadanya ke laci, dia beranjak pergi. Menenteng tote bag warna coklat kesukaannya.

—-*—-

Rumah kost itu sudah lumayan ramai ketika Lexi sampai disana.

Sebuah rumah kost yang terdiri dari 14 petak kamar ukuran 3 x 4 meter. Dan kesemua penghuninya adalah lelaki pecinta lelaki. Sebuah keluarga kecil yang terbentuk secara tidak sengaja. Tak heran kalau suasana di dalamnya begitu hangat dan bersahabat. Berkunjung ke rumah kost itu seperti mengunjungi rumah keluarga, dimana Lexi merasa hangat ditengah-tengah teman yang memahaminya.

Konyol adalah melihat tulisan peraturan pertama yang terpampang di dinding garasi rumah kost itu. “Dilarang membawa teman lawan jenis di atas jam 8 malam apalagi sampai menginap”

Mereka pastinya hanya tertawa melihat tulisan jenaka itu sambil membatin “Tenang bu, hanya teman sejenis yang boleh mengunjungi istanaku dan menggagahi ranjangku!”.

Ada-ada saja.

Mengucap sapaan ke teman-temannya, Lexi meletakkan tas tentengnya di kamar Hari di lantai dua, yang sudah dipenuhi beberapa orang yang entah membicarakan apa. Sekedar basa-basi, dia lanjut meluncur ke dapur umum yang terletak di lantai satu, tepat di bawah Tangga.

Ah ternyata itu bukan Cuma acara makan-makan biasa. Dan dari Anggit, baru dia ingat bahwa hari itu Evan dan Yudha berulang tahun. Pantas saja.

Dengan sebidang nampan, Lexi membawa beberapa gelas kosong dan gelas pitcher besar yang penuh terisi juice jeruk dengan beberapa sloki vodka. Sinting memang, bisa-bisanya mereka mendapatkan itu di kota ini. Biarlah, toh kadang dia suka juga.

Ternyata agak limbung juga membawa banyak gelas dan gelas pitcher dalam satu nampan yang tak terlalu tebal. Harus ekstra hati-hati Lexi membawa nampan itu menaiki tangga ke ruang kumpul di lantai dua.

Dan di pengkolan pertengahan tangga, Lexi bertemu dengannya…

 

*Bersambung


Wanna say something??? Don't be hesitated, please :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s