I Love [kema]You – Seri 3

“Nampanmu kurang stabil. Aku bantu bawa gelas pitcher-nya, ya?!”, sapanya.

Dia berdiri 2 anak tangga di atas Lexi. Lelaki berjambang tipis yang sangat pas dengan bentuk mukanya. Topi pelukisnya tersemat rapi menambah tampan rupanya. Kemeja kotak-kotak slim fit dengan dua kancing teratas yang terbuka, sedikit menampakkan bulu dada yang sedikit mengintip. Tidak terlalu tinggi, tapi sangat pas dengan perawakannya.

“Hey… koq malah ngelamun? Aku ambil ya gelas pitcher-nya”, ucapnya membuyarkan lamunan sepersekian menit Lexi.

Damn… malu sekali rasanya Lexi waktu itu kedapatan terlalu memandangi makhluk indah di depannya itu.

“Oh eh makasih”, Cuma itu yang terucap dari bibir Lexi.

“Sepertinya baru pernah lihat kamu di kost ini?”, Lexi berusaha mencairkan suasana, sambil menurunkan gelas-gelas yang tertata rapi di nampannya ketika mereka sampai di ruang kumpul itu. Keadaan masih sepi karena anak-anak masih bergerombol di kamar Hari.

“Iya, aku temannya Anggit. Tadi disuruh kesini kirain ada apa, ternyata ada acara begini. Oh iya, kenalkan, namaku Bagas”, jawabnya sambil menyodorkan tangan, bersalaman.

“Lexi”, ucapnya sambil menerima jabat tangan itu. Kokoh rasanya.

“Kuliah atau?” tanya Bagas.

“Aku kerja. Akunting di perusahaan xxxx”, jawab Lexi agak sedikit terbata.

“Ah see. Boss kamu sering datang ke bengkel kita untuk modif mobilnya. Agak maniak juga tuh boss-mu kalau sudah urusan mobil”, tukasnya.

“Oh kamu di bengkel?”, Lexi mendadak antusias.

“Iya, bengkel modifikasi mobil di Jakal sana”, jawabnya.

“Oh keren”, Lexi tulus.

“Ah biasa saja. Toh aku memang hobi otomotif, jadi ya pas. Toh Cuma seorang mekanik biasa, koq”, Bagas merendah.

“Tetep saja keren. Kerja di hal yang memang disukai itu keren”, Lexi makin antusias.

“Oalah disini ternyata kalian. Sudah saling kenal?”, tiba-tiba Hari datang dengan anak-anak lain. Langsung mengambil kursi masing-masing.

“Baru saja kenalan, koq”, ucap Bagas kalem.

“Oh bagus deh kalau sudah kenalan”, ucap Hari sambil menuangkan minuman ke gelas-gelas yang masih kosong itu.

“Ya udah aku balik ke dapur ya, masih bantuin yang lain”, pamit Lexi, lebih untuk sekedar menghindari dirinya yang terus saja curi-curi pandang ke Bagas.

 

Acara malam itu berlangsung meriah. Ternyata masing-masing penghuni kost memang boleh mengundang siapa saja. Area kost yang memang lumayan besar itu mendadak penuh dengan pria-pria. Ah, pasti ibu kost tenang, tak perlu cemas karena tak ada wanita disana.

Dan Lexi, pulang setelah kelar acara dengan wajah yang lebih berbinar. Di handphonenya kini tersemat satu nama baru di daftar kontaknya, “Bagas Pramana”.

—-*—-

Dear diary,

Hai, apa kabar? Maaf lama tak menyambangimu. Aktifitas kerja akhir-akhir ini sibuknya makin gila saja. Dan maaf juga, selalu saja teringat kalau aku masih punya kamu, ketika sedang gundah seperti ini.

Dear, beberapa hari lalu aku berkenalan dengan orang baru. Bagas Pramana. Montir di bengkel otomotif.

Keren mampus orangnya!!!!

Dan…. mungkin ini hanya khayalan + harapanku saja, atau memang ada sesuatu yang beda dengannya ya?!

Entahlah, aku menghindari drama. Itu pula sebabnya aku tak mau menghubunginya, sebelum dia yang menghubungiku dulu. Tapi ini sudah 4 hari berlalu!!!

Ah sudahlah, mungkin memang sekedar cameo dalam perjalanan hidupku.

Nite…

—-*—-

Lexy menutup layar netbooknya.

Berbaring dengan handphone di tangannya, dengan layar membuka sebuah kontak. Dia.

Apa aku harus menghapus kontak ini? Atau biarkan saja dia bersarang disana tanpa arti?, pikirnya.

Lexy terlelap dengan handphone tergeletak di dadanya…

 

*Bersambung


Wanna say something??? Don't be hesitated, please :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s