Kutepis 2 Kurengkuh 3

“Hai… boleh kenal?”

“Siapa ya?”

“Aku Anton. Aku tahu nomor ini dari bio kamu di twitter”

Berawal dari telepon singkat itu kami berkenalan. Sedikit menyesal juga sudah mencantumkan nomor telepon di twitter. Ah sudahlah, kujadikan pengalaman untuk tak lagi-lagi membeberkan informasi pribadi di social media.

Aku Arya. 21 tahun, seorang graphic designer yang hobi nyanyi dan main gitar. Yang percaya bahwa cinta bisa tumbuh kapan saja dan dengan cara unik yang entah bagaimana.

—-*—-

1 April 2012, hari yang kutunggu setelah dua minggu, akhirnya datang juga. Ada film dalam negeri yang konon tenar hingga mancanegara. The Raid. Ditambah dengan provider ponsel yang kupakai menggelar acara nonton bareng berhadiah handphone, so, kenapa tidak? Setali tiga uang, iseng-iseng berhadiah. Berkat seorang teman aku bisa mendapatkan invitation di acara ini.keberuntungan pertama.

Iseng menunggu, sembari mengikuti kuiz live tweet yang mereka adakan, aku sign in ke yahoo messenger. Kebetulan memang ada beberapa hal di pekerjaan yang harus aku bicarakan dengan beberapa rekan.

Blink

Ada satu invite dari ID yang belum kukenal. Ah mungkin relasi. Tanpa ragu aku accept.

“Hai, aku yang semalam telpon. Kamu lagi apa?”

“Owh, aku lagi di acara nobar di Theater Jakarta.”

“Hah? Serius???”

“Iya, emang kenapa?”

“Aku juga lagi diacara itu, kamu dimana? Ini serius kamu lagi ikutan Nobar? Lagi acara live tweet kan?”

“Iya live tweet, aku duduk ditangga pakai kemeja biru. Wah kebetulan banget.”

Dan dia datang. Secara tiba-tiba tanpa permisi apa-apa dulu di messenger itu. Seorang pria manis dengan setelan rapi bersepatu kets. Enak dilihat. Tulang pipinya yang kuat berpadu sempurna dengan matanya yang teduh namun kokoh.

Kami berkenalan secara langsung! Secepat inikah alam mempertemukan kami. Masih terngiang jelas perkenalan singkat semalam via telpon, dan sekarang kami berhadapan, menjabat tangan satu sama lain. Alam memang misteri.

Kuperkenalkan dia juga pada teman yang datang bersamaku. Obrolan basa basi singkat kami pun harus tertunda karena acara utama segera dimulai.

Keberuntungan lanjutan menghampiriku.

Ternyata dia mendapat kursi bersebelahan dengan tempat dudukku. Alam… terima kasihku!

Mungkin dewa keberuntungan memang sedang bersanding denganku. Seakan tak cukup dengan semua keberuntungan yang kudapat hari itu, di akhir acara, ternyata doorprize utama sebuah handphone memang diperuntukkan bagiku.

What a luckiest day!

—-*—-

Jangankan untuk menelepon, untuk sekedar mengirimkan pesan singkat semacam “Hai” pun aku ragu. Aku tak mau terlalu berharap pada pria yang kurasa terlalu indah, semacam Anton. Dan handphone baruku berpindah-pindah secara konyol, dari tanganku kembali ke meja, kembali ke tanganku. Begitu konyol!

Aku harus melakukan kegiatan lain untuk memecah pikiranku yang kalutnya sungguh tidak beretika!

Setengah jam berlalu dan tidak ada gelagat apa-apa dari handphoneku. Baiklah, bulatkan tekad, kutinggalkan gengsi. Akan kutelepon dia.

Kuraih handphone, dan shock mendapat bahwa dia menelepon ada 6 kali tanpa kuangkat.

Sial! Ternyata handphone dalam mode senyap dan lupa kuubah.

Aku meneleponnya.

“Hai Ton, sorry tadi gak kuangkat. Ternyata hapeku di mode silent, jadi gak ngeh kamu telp.”

“Iya gapapa. Kupikir juga paling kamu gi sibuk”

………………………

Kami berbincang hingga larut malam. Hingga handphone yang menempel di telingaku, sama panasnya dengan pipiku yang berulang kali merona karena ucapannya.

Sungguh pribadi yang menyenangkan. Berbagi cerita tanpa harus membahas perkara sex seperti yang sudah-sudah. Bukan aku tak suka atau tak menikmatinya, tak munafik. Tapi bukan berarti harus dibahas juga khan? Lewat telepon pula.

I’m not into a phone sex.

Suaranya begitu menenangkan. Malam itu begitu menyenangkan.

—-*—-

“Sorry SMS kamu di jam sibuk begini. Cuma mau ngajakin jalan ntar malam. Bisa?”
Received from: Anton

“Jalan? Kemana?”
Sent to: Anton

“Kalau memang mau, kutunggu di Lobby Mall dekat rumahmu jam 8”
Received from: Anton

“OK. Sampai ketemu nanti kalau begitu”
Sent to : Anton

“Thanks”
Received from: Anton

—-*—-

Baru saja aku hendak meneleponnya ketika aku sudah berdiri di area lobby mall itu, seseorang menepuk pelan pundakku. Anton.

Dengan celana jeans yang tidak terlalu lurus, kaos warna gelap yang tampak sangat pas dengan tubuhnya. Ah, kenapa manusia ini begitu menawan!

Memang menyenangkan hangout dengan orang semacam Anton. Pembawaan yang tenang namun terkesan antusias ketika memperbincangkan suatu topik, membuatku betah berlama-lama berjalan bersamanya, memutari mall yang entah kemana tujuan akhirnya.

Lelah tak bisa kurasa. Mungkin sedang enggan, mengkerut di pundak dan pahaku. Memberikan kebebasan pada tubuhku untuk sepenuhnya menikmati moment bersama Anton.

Anton menuntunku pada sebuah coffee cafe, kebetulan meja di ujung tengah ruangan yang berlokasi di tepi bangunan masih kosong. Memberikan pemandangan lampu kota dengan segala carut marutnya.

Obrolan kami panjang lebar dan akrab. Membicarakan hobi dan cerita-cerita seputar kehidupan orang seperti ini memang mungkin tak pernah ada matinya.

Hingga satu moment, Anton memasang wajah seriusnya. Berbicara dengan tubuh sedikit membungkuk ke arahku. Makin memperjelas garis wajahnya yang kuat.

“Ar, mungkin ini konyol. Apalagi kita baru kenal kemarin lusa. Tapi aku gak tahu. Ada yang beda dengan kamu. Aku jatuh cinta sama kamu. Maukah kau jadi pacarku?”, berbisik, Anton menanyakan hal sedemikian rupa di tempat seramai ini.

Sinting!

Telingaku berdenging. Mendadak aku seperti tuli, tidak mampu mendengar apa yang ada disekitarku. Suasana seperti mendadak sunyi di tengah hiruk pikuk manusia seperti ini.

*Bersambung


10 thoughts on “Kutepis 2 Kurengkuh 3

  1. Owh My GOD!!!!!
    Mungkin cerita nya ga ada yg special ya. Tapi kalo kalian mengalaminya sendiri dan mengingat kejadian kejadian seperti ini..
    Itu sangat sangat menyenangkan!
    Makasih buat si Abang Jo yang ganteng udah di izinin ngeramein blognya.
    *Peluk* *Cium* *Kuwel kuwel* dah pokoknya hehehhe

Wanna say something??? Don't be hesitated, please :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s