Halah, Ntar Juga Putus!

Menjalin hubungan sebagai seorang gay memang banyak hal yang perlu dipertimbangkan, kalau tidak mau dibilang gampang-gampang susah.

Terlebih dengan orang yang mungkin discreet. Terlebih, yang masih punya tuntutan menikah.

Tapi bukan berarti itu menjadi halangan untuk membina sebuah hubungan dan MENIKMATINYA, khan?!

Dan, seberat-beratnya hubungan yang sedang coba dibina, meski mungkin dalam kondisi kalian tahu bahwa hubungan kalian adalah tanpa “masa depan”, bukan lantas bisa diremehkan, khan?!

Jadi,

Please!

Jangan sembarangan “Alah…ntar juga putus”-in hubunganmu.

Atau “Alah… ntar juga ditinggal kawin”.

Pun hubungan orang lain kalau kebetulan ada teman yang sedang cerita suatu hal mengenai hubungannya.

Serius.

Jangan.

Ingat, bagaimana kamu berfikiran juga menjadi bahan pertimbangan bagi orang untuk menjalin relationship sama kamu. Bisa jadi orang yang sedang berusaha mendekatimu, dengar kamu berfikiran seperti tadi, akhirnya putar haluan. Sayang, khan?!

 

Aku pribadi selalu heran dengan orang yang bahkan dengan orang yang “sedang dicintainya” saja bisa ngomong begitu, loh.

Man… it’s your loved one. How could you??

Dan orang-orang yang dengan gampangnya ngomong seperti ini, cenderung akan “seadanya” dalam membina sebuah hubungan. Cenderung tidak mau mengusahakan sesuatu demi kebahagiaan bersama, apalagi kebahagiaan pasangan.

Menikmati moment itu perlu. PENTING.

Yang namanya suatu hubungan, ya pasti ada kemungkinan putus, bubar, pisah atau apapun bahasanya. Itu mah perkara nanti. Yang jadi urusan nanti ya biarkan jadi urusan nanti.

Life is about how you enjoy the present. Not regreting the past, nor worry to much about the future.

Selagi mampu, ya maksimalkan hubungan kalian. Apalagi jika itu memang bisa meningkatkan mutu hidup yang kalian punya. Rencanakan liburan bersama, nabung bersama untuk sesuatu (make a good pre-agreement for this) atau mungkin malah bisnis bareng (this one seriously need a better and stronger pre-agreement).

Atau gini aja, deh. Kalau emang hal-hal di paragraf sebelumnya dirasa terlalu muluk, mari dibikin simpel aja.

Nikmati setiap moment yang bisa kalian nikmati, dan SAMA-SAMA saling mengusahakan untuk hubungan yang kalian punya. Simak baik-baik kalau dia sedang bercerita. Beri antusiasme kalau dia sedang menceritakan mimpi. Beri motivasi kalau dia sedang rapuh.

Semacam itu.

Sesederhana itu.

Karena mengusahakan tak selamanya adalah tentang materi.


Wanna say something??? Don't be hesitated, please :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s