Prolog “Rami”

“Buka pintu ini, Bangsat! Biarin gue keluar!”, raung Tama. Baru kali ini dia merasakan bersitan rasa takut, akan sesuatu yang dia sendiri tak sadari apa yang sedang terjadi. Baru kali ini dia merasakan gamang.

Pintu itu melekat. Berat.

**


2 thoughts on “Prolog “Rami”

  1. Sudah setahun sejak pertama kali menemukan blog ini dan langsung jatuh cinta, as the one and only blog yang saya bookmark di browser, beberapa kali saya mengecek apakah sudah ada postingan terbaru, tapi… Ah yaa sudahlah… Penulis juga pasti punya banyak kesibukan.. :)

Wanna say something??? Don't be hesitated, please :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s